2014-02-12 17:08:42 | Hits : 1301
Pengirim : Genta Hadik Hanafi (@gentahadik)
Editor : @ryandroid22
Editor : @ryandroid22
Namaku
Genta,.. Aku seorang siswa kelas 2 sma dan rumahku berada di daerah
Soreang Kabupaten Bandung. Kejadian Ini Aku Alami ketika Liburan Sekolah
Kemarin Dibulan Desember, ya Seperti biasanya baik itu hari libur
sekolah ataupun Sedang liburan sekolah, hari hari slalu aku habiskan
bermain game online di warnet, hehehe maklum sudah kecanduan dengan game
online membuatku lupa akan segalanya kalau sudah ngegame dan berada di
depan monitor hehe.
Hingga
pada suatu hari aku mengalami kejadian ini, kejadian yang ga akan
pernah aku lupain bahkan sampai sekarang masih terbayang seolah olah aku
tak bisa melupakannya.
Pada hari itu hujan terus menerus turun dari pagi sampai sore sehingga membuatku malas beraktivitas karna masih libur sekolah jadi aku malas melakukan apapun, apalagi kondisi badanku terasa kurang fit dan kurang sehat ya mungkin karna cuaca yang buruk sehingga membuatku sedikit takenak badan, Hari itu aku tidak keluar dari rumah tapi lama kelamaan aku merasa bosan dan jenuh harus diam di rumah dan aku memutuskan malam itu bergadang bermain game online di warnet,.
Akhirnya pun aku pergi ke warnet, sesampainya diwarnet aku langsung mengambil paket begadang sampai subuh diwarnet itu, singkat cerita aku sudah berada di warnet itu kurang lebih 6 jam dan waktu aku melihat jam waktu sudah menunjukan jam 01;30, tidak seperti biasanya kali ini aku merasa sedikit ngantuk dan kepala aku terasa berat ya mungkin karna kondisi badanku yang kurang fit dan aku terlalu memaksakan badanku untuk bergadang dan akhirnya pun aku memutuskan untuk pulang dan menghentikan aktivitas di warnet tersebut.
Sedudah aku keluar dari warnet tersebut aku berdiam di pinggir jalan raya niatnya sih untuk menunggu angkutan umum karna jarak rumah aku dan warnet langgananku lumayan jauh, setelah lumayan lama menunggudan angkot pun tak kunjung datang juga aku memutuskan untuk berjalan kaki saja dan melewati sebuah pemakaman umum yang terkenal angkernya dan orang orang sekitar biasa menyebut pemakaman itu dengan sebutan “ SITU BURUNG ‘’ ya bisa saja sih aku tidak melewati tempat itu tapi kalo harus berjalan ke jalan raya jarak yang lumayan jauh dan akupun merasa sangat ngantuk jadi aku memutuskan untuk melewati pemakaman itu niatku adalah untuk memotong jalan dan mempercepat waktu agar aku bisa langsung sampai di rumah untuk tidur.
Setelah berjalan sendiri dan belum saja melewati pemakaman itu dari jauh aku mendengar samar samar seperti suara GAMELAN JAWA dan anehnya ada suara seperti suara SINDEN sedang menyanyikan lagu jawa, Bulu Kudukku langsung berdiri dan aku mencoba berpikir positif dan langsung mengeluarkan headset dan memutar lagu sekencang kencangnya agar suara gamelan dan org itu tidak terdengar olehku,. Tapi anehnya suara gamelan dan sinden itu semakin aku mendekati pemakan itu semakin terdengar jelas dan setelah aku melewati pemakaman itu pun suara gamelan dan sinden itu seperti seolah olah membuntuti dan mengikutiku, aku tidak berani menengok ke belakang aku hanya bisa mempercepat langkah kaki sambil terus mendengarkan music dan berdoa sebisa yang aku hafal, hingga tiba tiba sudut mataku melihat ke salah satu makam terlihat ada cahaya terang keluar dari salah satu makam tersebut melihat itu aku langsung berlari sekuat tenaga hingga aku sampai pada sebuah jembatan bambu aku berhenti sejenak untuk menghilangkan rasa lelah karna tadi habis berlari cukup kencang, Hingga tiba tiba aku mendengar suara seperti ada suara perempuan menyanyi menyinden lagu berbahasa sunda dan sekitika itu mata aku langsung tertuju ke salah satu pohon yang berada di pinggir sungai dan tiba tiba aku melihat ada seorang perempuan memakai kebaya hijau sedang duduk di salah satu batang pohon tersebut sambil menyinden dan dia seperti sedang mengelus eluskan rambutnya yang sangat panjang hingga hampir menyentuh tanah..
Melihat itu aku hanya bisa terdiam dan kaki ku seolah olah berat dan lemas buat berjalan kembali, aku coba menutup mataku dan membaca doa doa sebisa yang aku hafal, tapi semua itu tidak berhasil mengusir mahkluk itu dan tiba tiba saja perempuan itu memperlihatkan wajahnya, Wajahnya sangat seram, Lidahnya mengulur keluar dan dari kedua matanya keluar seperti darah merah dan tangannya, Tangannya melambai lambai kepadaku seolah olah dia memanggilku untuk menghampirinya, aku terus membaca doa doa dan surat surat yang aku bisa hingga akhirnya pun aku bisa berjalan dan seketika itu pula aku langsung berlari sekuat yang aku bisa hingga akhirnya pun aku bertemu dengan bapak bapak yang sedang berjaga ronda dan aku merasa sedikit lega tanpa banyak bicara aku langsung menceritakan kejadian yang aku alami pada bapak bapak yang sedang meronda itu hingga akhirnya pun aku diantarkan pulang oleh bapak bapak yang sedang ronda itu hingga sampai rumah.
Keesokan harinya aku langsung jatuh sakit hingga masuk ke rumah sakit, dan beberapa hari kemudian aku mendengar cerita tentang tempat pemakaman yang biasa orang sekitar sebut dengan “ SITU BURUNG “ itu ternyata sudah ada sejak sebelum jaman colonial belanda datang ke indonesia, Dan suara Gamelan dan Sinden itu ternyata konon dulunya ada seorang sinden yang di perkosa dan mayatnya di buang di sekitar sungai yang berada dekat dengan pemakaman tersebut dan mayatnya pula di makamkan di pemakaman tersebut.
Sampai sekarang aku masih saja belum melupakan kejadian yang aku alami bahkan kadang kadang aku suka mendengar suara GAMELAN dan SINDEN itu menyanyi terdengar jelas di telingaku, bahkan aku belum bisa menghapus bayangan wajah perempuan itu, serta lambainyan tangannya selalu terlihat jelas dipikiran ku.
Pada hari itu hujan terus menerus turun dari pagi sampai sore sehingga membuatku malas beraktivitas karna masih libur sekolah jadi aku malas melakukan apapun, apalagi kondisi badanku terasa kurang fit dan kurang sehat ya mungkin karna cuaca yang buruk sehingga membuatku sedikit takenak badan, Hari itu aku tidak keluar dari rumah tapi lama kelamaan aku merasa bosan dan jenuh harus diam di rumah dan aku memutuskan malam itu bergadang bermain game online di warnet,.
Akhirnya pun aku pergi ke warnet, sesampainya diwarnet aku langsung mengambil paket begadang sampai subuh diwarnet itu, singkat cerita aku sudah berada di warnet itu kurang lebih 6 jam dan waktu aku melihat jam waktu sudah menunjukan jam 01;30, tidak seperti biasanya kali ini aku merasa sedikit ngantuk dan kepala aku terasa berat ya mungkin karna kondisi badanku yang kurang fit dan aku terlalu memaksakan badanku untuk bergadang dan akhirnya pun aku memutuskan untuk pulang dan menghentikan aktivitas di warnet tersebut.
Sedudah aku keluar dari warnet tersebut aku berdiam di pinggir jalan raya niatnya sih untuk menunggu angkutan umum karna jarak rumah aku dan warnet langgananku lumayan jauh, setelah lumayan lama menunggudan angkot pun tak kunjung datang juga aku memutuskan untuk berjalan kaki saja dan melewati sebuah pemakaman umum yang terkenal angkernya dan orang orang sekitar biasa menyebut pemakaman itu dengan sebutan “ SITU BURUNG ‘’ ya bisa saja sih aku tidak melewati tempat itu tapi kalo harus berjalan ke jalan raya jarak yang lumayan jauh dan akupun merasa sangat ngantuk jadi aku memutuskan untuk melewati pemakaman itu niatku adalah untuk memotong jalan dan mempercepat waktu agar aku bisa langsung sampai di rumah untuk tidur.
Setelah berjalan sendiri dan belum saja melewati pemakaman itu dari jauh aku mendengar samar samar seperti suara GAMELAN JAWA dan anehnya ada suara seperti suara SINDEN sedang menyanyikan lagu jawa, Bulu Kudukku langsung berdiri dan aku mencoba berpikir positif dan langsung mengeluarkan headset dan memutar lagu sekencang kencangnya agar suara gamelan dan org itu tidak terdengar olehku,. Tapi anehnya suara gamelan dan sinden itu semakin aku mendekati pemakan itu semakin terdengar jelas dan setelah aku melewati pemakaman itu pun suara gamelan dan sinden itu seperti seolah olah membuntuti dan mengikutiku, aku tidak berani menengok ke belakang aku hanya bisa mempercepat langkah kaki sambil terus mendengarkan music dan berdoa sebisa yang aku hafal, hingga tiba tiba sudut mataku melihat ke salah satu makam terlihat ada cahaya terang keluar dari salah satu makam tersebut melihat itu aku langsung berlari sekuat tenaga hingga aku sampai pada sebuah jembatan bambu aku berhenti sejenak untuk menghilangkan rasa lelah karna tadi habis berlari cukup kencang, Hingga tiba tiba aku mendengar suara seperti ada suara perempuan menyanyi menyinden lagu berbahasa sunda dan sekitika itu mata aku langsung tertuju ke salah satu pohon yang berada di pinggir sungai dan tiba tiba aku melihat ada seorang perempuan memakai kebaya hijau sedang duduk di salah satu batang pohon tersebut sambil menyinden dan dia seperti sedang mengelus eluskan rambutnya yang sangat panjang hingga hampir menyentuh tanah..
Melihat itu aku hanya bisa terdiam dan kaki ku seolah olah berat dan lemas buat berjalan kembali, aku coba menutup mataku dan membaca doa doa sebisa yang aku hafal, tapi semua itu tidak berhasil mengusir mahkluk itu dan tiba tiba saja perempuan itu memperlihatkan wajahnya, Wajahnya sangat seram, Lidahnya mengulur keluar dan dari kedua matanya keluar seperti darah merah dan tangannya, Tangannya melambai lambai kepadaku seolah olah dia memanggilku untuk menghampirinya, aku terus membaca doa doa dan surat surat yang aku bisa hingga akhirnya pun aku bisa berjalan dan seketika itu pula aku langsung berlari sekuat yang aku bisa hingga akhirnya pun aku bertemu dengan bapak bapak yang sedang berjaga ronda dan aku merasa sedikit lega tanpa banyak bicara aku langsung menceritakan kejadian yang aku alami pada bapak bapak yang sedang meronda itu hingga akhirnya pun aku diantarkan pulang oleh bapak bapak yang sedang ronda itu hingga sampai rumah.
Keesokan harinya aku langsung jatuh sakit hingga masuk ke rumah sakit, dan beberapa hari kemudian aku mendengar cerita tentang tempat pemakaman yang biasa orang sekitar sebut dengan “ SITU BURUNG “ itu ternyata sudah ada sejak sebelum jaman colonial belanda datang ke indonesia, Dan suara Gamelan dan Sinden itu ternyata konon dulunya ada seorang sinden yang di perkosa dan mayatnya di buang di sekitar sungai yang berada dekat dengan pemakaman tersebut dan mayatnya pula di makamkan di pemakaman tersebut.
Sampai sekarang aku masih saja belum melupakan kejadian yang aku alami bahkan kadang kadang aku suka mendengar suara GAMELAN dan SINDEN itu menyanyi terdengar jelas di telingaku, bahkan aku belum bisa menghapus bayangan wajah perempuan itu, serta lambainyan tangannya selalu terlihat jelas dipikiran ku.
Sumber: http://ardannightmareside.com/?dev=nms00092.rjs

